FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERDARAHAN PASCA PERSALINAN
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI
MAKASSAR TAHUN 2009-2010
Welhelmina Wattimena, Wahiduddin,SKM,M.Kes
Rismayanti,SKM,M.KM
Jurusan Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanuddin Makassar
ABSTRAK
Kejadian perdarahan pasca persalinan masih memberikan kontribusi pada angka kesakitan dan kematian ibu. Estimasi AKI dalam Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan penyebab langsung kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan terutama adalah perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%), partus lama (5%) dan abortus (5%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko umur ibu, riwayat abortus, riwayat hipertensi dan riwayat paritas terhadap kejadian perdarahan pasca persalinan di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2009-2010. Penelitian ini menggunakan study observasional dengan pendekatan case control study. Jumlah sampel 204 ibu bersalin yang dirawat di bagian ilmu kebidanan dan penyakit kandungan RSUD Labuang Baji Makassar pada bulan Januari tahun 2009 sampai dengan bulan September tahun 2010. Perbandingan besar sampel antara kasus dan kontrol 1:2, dimana sampel kasus diambil total sampling dan sampel kontrol diambil secara systematic sampling. Pengujian hipotesis dengan uji odds rasio (α=0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki riwayat abortus berisiko 5,08 kali mengalami kejadian perdarahan pasca persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki riwayat abortus (OR=5,08 95% CI: 2,140-12,059). Ibu yang memiliki riwayat hipertensi berisiko 7,69 kali mengalami kejadian perdarahan pasca persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki riwayat hipertensi (OR=7,69 95% CI: 3,325-17,817). Ibu yang memiliki riwayat paritas ≥4 kali berisiko 4,18 kali mengalami kejadian perdarahan pasca persalinan dibandingkan dengan ibu yang memiliki riwayat paritas <4 kali (OR=4,18 95% CI: 1,474-11,857). Sedangkan Ibu yang berumur < 20 tahun atau > 35 tahun berisiko 1,24 kali mengalami kejadian perdarahan pasca persalinan dibandingkan dengan ibu yang berumur 20-30 tahun namun tidak mempunyai hubungan bermakna (OR=1,24 95% CI: 0,616-2,504).
Disarankan untuk meningkatkan pemberian informasi yang jelas dan memadai akan pentingnya pemeriksaan kehamilan antenatal care secara teratur serta asupan gizi yang cukup dan seimbang terutama bagi ibu dengan kehamilan risiko tinggi (memiliki riwayat abortus, riwayat hipertensi dan riwayat paritas ≥4 kali).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar