Dalam hadirat Tuhan, saya mendapatkan banyak pengalaman lewat penyataan dan penglihatan. Ketika saya bersungguh-sungguh masuk dalam pujian dan penyembahan. Saya dibawa pada pengalaman spiritual yang luar biasa. Dari kesemuanya itu saya bisa bersukacita karena bisa melihat kasihNya yang luar biasa dalam kehidupan saya.
Penglihatan tentang tongkat yang berbunga itu sudah saya dapatkan sejak lama sekitar tiga tahun yang lalu sebelum saya dipilih menjadi pelayanNya. Namun saya tidak menggali dan bertanya ke Tuhan lagi maksud dari penglihatan saya tersebut.
Penglihatan tentang tongkat yang berbunga itu sudah saya dapatkan sejak lama sekitar tiga tahun yang lalu sebelum saya dipilih menjadi pelayanNya. Namun saya tidak menggali dan bertanya ke Tuhan lagi maksud dari penglihatan saya tersebut.
Dari beberapa referensi yang saya baca tentang tongkat yang berbunga:
Bilangan 17:6-8
Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu. Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN dalam kemah hukum Allah. Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.
Saat itu Musa mendapat perintah dari Tuhan untuk mengumpulkan tongkat-tongkat dari para pemimpin kedua belas suku Israel untuk menentukan pemimpin, sehingga bisa menghentikan persungutan dan pemberontakkan kaum Israel. Di tiap-tiap tongkat tersebut tertulis nama-nama suku sesuai pemegang tongkatnya, dan salah satunya adalah tongkat Harun dari suku Lewi. Ketika tongkat-tongkat tersebut ditaruh dalam kemah dimana Tabut Perjanjian berada, dalam waktu semalam, tongkat tersebut bertunas, mengeluarkan kuntum bunga, bahkan hingga bunga itu mekar dan menghasilkan buah. Tuhan memerintahkan tongkat dari kedua belas suku Israel ditaruh di dalam kemah suci. Di dalam hadirat Tuhan itu, hanya dalam waktu satu malam, tongkat itu bertunas, berbunga bahkan mengeluarkan buah. Ajaib bukan, pada hal tongkat itu tidak menyentuh tanah, berada dalam sebuah kemah yang gelap dan tertutup dari sinar matahari. Sedangkan secara alamiah, untuk dapat bertunas saja dibutuhkan proses menyerap sari-sari makanan dari tanah, memprosesnya melalui proses fotosintesis di daun dengan bantuan sinar matahari. Untuk menghasilkan buah, sebuah pohon butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Namun tongkat pohon badam itu, dengan berada di dalam hadirat Tuhan selama satu malam, dia bisa bertunas, berbunga dan menghasilkan buah.
Tongkat Harun yang berbunga menunjukkan bagaimana Tuhan punya kuasa membangkitkan sebuah kehidupan baru dari sesuatu yang sudah mati. Bukan sekedar tumbuh, tetapi tunas-tunas segar dan bunga yang indah bisa keluar dari sana. Tongkat yang sebelumnya telah melalui proses pemotongan dan dipisahkan dari akarnya sewaktu ia masih cukup muda. Kulit batangnya dikelupas dan dia dijemur hingga kering. Tentu itu sebuah proses yang menyakitkan. Pohon itu telah mati dari semua impiannya. Ia tidak mungkin akan berbuah lagi dan telah memiliki jati diri yang baru yaitu sebatang tongkat yang dibawa dan dipakai oleh para gembala sebagai alat untuk membantu ia berjalan di tanah yang sulit dilalui serta sebagai senjata untuk menjaga kawanan dombanya dari ancaman dan serangan binatang buas.
Tongkat Harun yang berbunga menunjukkan bagaimana Tuhan punya kuasa membangkitkan sebuah kehidupan baru dari sesuatu yang sudah mati. Bukan sekedar tumbuh, tetapi tunas-tunas segar dan bunga yang indah bisa keluar dari sana. Tongkat yang sebelumnya telah melalui proses pemotongan dan dipisahkan dari akarnya sewaktu ia masih cukup muda. Kulit batangnya dikelupas dan dia dijemur hingga kering. Tentu itu sebuah proses yang menyakitkan. Pohon itu telah mati dari semua impiannya. Ia tidak mungkin akan berbuah lagi dan telah memiliki jati diri yang baru yaitu sebatang tongkat yang dibawa dan dipakai oleh para gembala sebagai alat untuk membantu ia berjalan di tanah yang sulit dilalui serta sebagai senjata untuk menjaga kawanan dombanya dari ancaman dan serangan binatang buas.
Di sisi lain, tunas dan bunga badam yang tumbuh di tongkat yang notabene benda mati berbicara mengenai kehidupan yang kembali muncul dari sesuatu yang sudah mati. Pertobatan adalah awal dari pemulihan. Tidak peduli sesulit atau separah apapun masa lalu kita, kita bisa mengalami pemulihan secara luar biasa apabila kita mau kembali kepada Tuhan dan menaati perintah-perintahNya. Mungkin kita sudah mengalami berbagai "kematian" baik dalam pekerjaan, usaha dan bahkan mengalami mati rohani, tetapi percayalah bahwa Tuhan mampu membalikkan itu semua dan kembali menumbuhkan tunas, buah dan bunga dalam sebuah kehidupan yang benar-benar baru. Ketika memberi diri dibaptis dan kemudian menerima Kristus, kita telah dimatikan dari dosa dan kehidupan lama kita kemudian menerima anugerah untuk kembali lahir baru, menjadi ciptaan baru.
Ibarat hidup yang telah mati dari impiannya itu dibawa Tuhan kedalam sebuah rencana yang lebih tinggi. Ya, itulah saya, setelah mengalami banyak "kematian" dalam kehidupan saya, bahkan masa depan. Saya bisa kembali hidup, bertunas, berbunga dan berbuah. Tuhan membawa saya kedalam sebuah proses yang tidak menyenangkan dan sangat berat untuk membentuk saya pada sesuatu yang lebih besar. Tuhan membawa pohon yang telah menjadi tongkat itu kesebuah pengalaman spiritual yang menakjubkan. Itulah saya, itulah gambaran kehidupan saya. Terima kasih Tuhan Yesus. Segala kemuliaan hanya bagiMu.


1 komentar:
#Blessed
Posting Komentar