Lelah hati ini Tuhan...
Tahun ini, saya dibawa lebih ke pruning time hubungan dengan orang-orang terdekat saya. Sahabat dan keluarga dipakai dalam sekolah kehidupan saya. Saya dibawa pada titik terendah, terlelah, babak belur, seolah-olah saya tidak punya hak lagi atas kehidupan saya. Menarik diri sejenak, rehat sejenak untuk mendapat kekuatan baru.
Pada ibadah pagi saya diperlihatkan jalan yang bersinar terang. Tuhan memberikan sukacita yang luar biasa. Sebelum ibadah malam, ketika saya sedikit malas untuk datang, Tuhan berkata: Jangan keraskan hatimu! Di awal pujian penyembahan saya melihat Tuhan Yesus bersukacita menyambut saya seperti menyambut anak yang telah lama pergi kemudian sebelum menerima kebenaran Firman, Tuhan Yesus memegang tangan kanan saya sambil berkata: Selalu semangat!
Wow,Ketaatan sekecil apapun itu selalu membuat kita berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Haleluya!
Bersyukur karena waktu pemangkasan ini Tuhan pakai supaya saya lebih lagi mencari Dia. Bersama Yesus membangun kembali semangat dan kepercayaan. Bertahan dan percaya pada waktunya Tuhan buat saya menang bahkan lebih dari pemenang. Yang terpenting mengucap syukur, berkat dan pengampunan selalu ada untuk mereka, itulah respon yang benar yang wajib dilakukan.
Kita akan bertumbuh saat segala sesuatunya goyang, bukan saat segala sesuatunya tenang.
Terima kasih Tuhan Yesus....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar