Saya kesal, marah dikolaborasikan dengan PMS, capek dan lapar. Mendingan saya pulang.
Kenapa juga saya semarah ini?
Kenapa juga saya semarah ini?
Padahal kata-kata seperti itu sudah sangat sering saya dengar. Atau mungkin statemen itu keluar dari mulut orang yang terdekat, diucapkan di depan orang lain?
Wow, akhirnya kita bertengkar! Pencapaian yang luar biasa. Tapi ini bukan prestasi untuk dibanggakan. Dan kita telah melewati ujian itu dengan pilihan untuk tetap menjaga pertemanan yang indah ini. "Saya tetap percaya bott kok!"
Apa masih mungkin kita bisa kembali seperti semula, komunikasi walaupun lewat mimik wajah saja, bercanda tidak jelas dan terutama sharing tentang kebaikan Tuhan. Perlahan-lahan emosi ini menguap setelah melalui adu argumen lewat pesan singkat yang terbilang panjang.
Akhirnya saya cuman bisa bilang: "Maaf! Bott, ngga punya paket data ya?" wkwkwkwk...

Kamu bersahabat dengan manusia.
Ada saja salahnya, ada saja lupanya.
Kalau marah, biarkan rasa marah itu datang tapi jangan sampai meradang.
Kalau kesal, biarkan rasa kesal itu berlabuh tapi jangan sampai tumbuh.
Hatimu juga butuh waktu
Sahabatmu manusia, kamu juga manusia....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar