Saya lagi tidak niat membela diri dengan sekuat tenaga. Kesedihan ini saya bawa lewat sikap masa bodoh dan tidur berlebihan. Sampai khotbah Minggu kemarin menyadarkan saya, kalau saya sedang masuk dalam proses untuk kemuliaan yang lebih besar lagi.
Saya hidup dari janji Tuhan bukan dari perkataan dan penilaian orang lain. Tetap tekun mencari Tuhan lewat ibadah dan berdoa dengan iman yang penuh kuasa.
Saya hidup dari janji Tuhan bukan dari perkataan dan penilaian orang lain. Tetap tekun mencari Tuhan lewat ibadah dan berdoa dengan iman yang penuh kuasa.
Sedikit niat bemasa bodoh untuk tugas WL di ibadah pagi Minggu ketiga. Tapi saya bukan orang seperti itu, saya rindu menyukakan BAPA lewat pelayanan saya. Saya rindu menjadi jembatan baik, perjumpaan BAPA dengan jemaatNYA.
Tuhan mau saya melakukannya dengan sukacita lewat FirmanNYA yang datang secara pribadi:
Mazmur 37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
Seperti halnya Tuhan yang telah menyertai para WL hebat sebelumnya, Tuhan yang samapun akan menyertai dan menolong saya mengalahkan seluruh keterbatasan saya. Seperti Musa yang menyeberangi Laut Merah. Mujizat besar itulah yang Tuhan ingin kerjakan juga dalam hidup saya. Tugas saya hanya memilih lagu yang bisa memberkati hati jemaat yang hadir nanti. Haleluya. Segala puji syukur hanya bagiMU BAPA.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar