Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Rabu, 05 September 2018

KESETIAAN (RUT)


Kisah tentang Rut terjadi pada zaman Hakim-hakim. Zaman kekerasan dan kesukaran, Kisah ini diawali dengan mengungsinya Naomi, Elimelek, Mahlon dan Kilyon ke Moab karena adanya musim paceklik.


Tanpa meminta petunjuk kepada Tuhan mereka meninggalkan Betlehem - Yehuda (rumah roti dan pujian) dan mengungsi ke Moab suatu bangsa yang dikutuk, bangsa yang tidak boleh masuk umat Tuhan hingga keturunan kesepuluh.

Ulangan 23:3-6
3 Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,
4 karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau. 
5 Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau. 
6 Selama engkau hidup, janganlah engkau mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya.


Awalnya mungkin segala sesuatunya berjalan lancar sampai Naomi mendapatkan kenyataan kehilangan suami dan kedua anaknya. Kemudian atas seisin dan sarannya, sang menantu Orpa kembali ke bangsanya sedangkan Ruth bertahan untuk tinggal bersama Naomi dan kembali ke Betlehem. kemudian kisah Rut ini diakhiri dengan pernikahan keduanya dengan Boas dan membuatnya menjadi nenek buyut raja Daud.


Beberapa hal yang menarik tentang Rut:
Rut menunjukkan komitmennya untuk setia menjaga mertuanya dan beribadah kepada Allah Israel.

Rut 1:16-17
16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
17 di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"


Walaupun disuruh pulang, walaupun menghadapi masa susah, walaupun akan pergi ke tempat yang ia belum tau. Ia tetap bertahan. Rut menunjukkan kasih yang tulus yang disertai dengan pengorbanan yang ikhlas. Allah melimpahkan berkat kepada mereka yang hidup taat. Anugerah Allah ada pada umatNya. Tuhan tidak membiarkan umatNya.


Rut menyadari kebaikan dan anugerah Allah lebih daripada Naomi.
Naomi adalah gambaran umat Israel yang gagal mengerti kebaikan Allah dan juga anugerah Allah dimana dia menamakan dirinya mara (pahit). Rut bersikap positif dan aktif terhadap masa depan namun Naomi bersikap negatif dan pasif terhadap masa depan.

Rut 1:20-21
20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.
21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."

Di dalam perkataan Naomi, dia percaya bahwa dia sudah mengalami disiplin yang berat dari Tuhan Allah. Dia dan keluarganya sudah pergi ke Moab yaitu tanah musuh untuk mencari makan. Mereka meninggalkan berkat Allah dan dia sekarang kembali tanpa suami dan anak-anak – kosong dan miskin.

Rut punya sikap yang optimis dalam menghadapi pergumulan.
Rut dengan besar hati menerima realitas dan punya pengharapan. Bahkan Rut bekerja dan produktif di Israel di tempat yang asing dan baru di datanginya.

Hasil gambar untuk jelaiRut 2:2-3
2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.


Rut optimis akan masa depan karena dia melihat Tuhan. Rut tetap bertahan kepada Allah yang" mengambil suaminya".
Rut datang kepada sumber berkat dan bukan melihat berkat yang hilang. Dia setia dan tulus kepada Naomi dan hendak mengabdi kepada Allahnya Naomi. Ini dikontraskan dengan kepahitan Naomi. Naomi pahit dan sulit menerima realitas ketika datang penderitaan. Tetapi Rut optimis melihat masa depan bersama Tuhan.


Akhirnya, kesetiaan Rut berarkhir dengan kemuliaan. Dari keturunannyalah lahir raja besar Israel.
Rut 4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.



Tidak ada komentar: