Kisah tentang Rut terjadi pada zaman Hakim-hakim. Zaman kekerasan
dan kesukaran, Kisah ini diawali dengan mengungsinya Naomi, Elimelek, Mahlon
dan Kilyon ke Moab karena adanya musim paceklik.
Tanpa meminta petunjuk kepada Tuhan mereka meninggalkan
Betlehem - Yehuda (rumah roti dan pujian) dan mengungsi ke Moab suatu bangsa
yang dikutuk, bangsa yang tidak boleh masuk umat Tuhan hingga keturunan
kesepuluh.
Ulangan 23:3-6
3 Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah
TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN
sampai selama-lamanya,
4 karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air
pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam
bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya
engkau.
5 Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan
TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN,
Allahmu, mengasihi engkau.
6 Selama engkau hidup, janganlah engkau mengikhtiarkan
kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya.
Awalnya mungkin segala sesuatunya berjalan lancar sampai
Naomi mendapatkan kenyataan kehilangan suami dan kedua anaknya. Kemudian atas
seisin dan sarannya, sang menantu Orpa kembali ke bangsanya sedangkan Ruth
bertahan untuk tinggal bersama Naomi dan kembali ke Betlehem. kemudian kisah
Rut ini diakhiri dengan pernikahan keduanya dengan Boas dan membuatnya menjadi
nenek buyut raja Daud.
Beberapa hal yang menarik tentang Rut:
Rut menunjukkan komitmennya untuk setia menjaga mertuanya
dan beribadah kepada Allah Israel.
Rut 1:16-17
16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan
engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke
situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku
bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
17 di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah
aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari
pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada
maut!"
Walaupun disuruh pulang, walaupun menghadapi masa susah,
walaupun akan pergi ke tempat yang ia belum tau. Ia tetap bertahan. Rut
menunjukkan kasih yang tulus yang disertai dengan pengorbanan yang ikhlas.
Allah melimpahkan berkat kepada mereka yang hidup taat. Anugerah Allah ada pada
umatNya. Tuhan tidak membiarkan umatNya.
Rut menyadari kebaikan dan anugerah Allah lebih daripada
Naomi.
Naomi adalah gambaran umat Israel yang gagal mengerti
kebaikan Allah dan juga anugerah Allah dimana dia menamakan dirinya mara
(pahit). Rut bersikap positif dan aktif terhadap masa depan namun Naomi
bersikap negatif dan pasif terhadap masa depan.
Rut 1:20-21
20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan
aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak
yang pahit kepadaku.
21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan
yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi,
karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah
mendatangkan malapetaka kepadaku."
Di dalam perkataan Naomi, dia percaya bahwa dia sudah
mengalami disiplin yang berat dari Tuhan Allah. Dia dan keluarganya sudah pergi
ke Moab yaitu tanah musuh untuk mencari makan. Mereka meninggalkan berkat Allah
dan dia sekarang kembali tanpa suami dan anak-anak – kosong dan miskin.
Rut punya sikap yang optimis dalam menghadapi pergumulan.
Rut dengan besar hati menerima realitas dan punya
pengharapan. Bahkan Rut bekerja dan produktif di Israel di tempat yang asing
dan baru di datanginya.
2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi:
"Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang
orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya:
"Pergilah, anakku."
3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di
belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang
berasal dari kaum Elimelekh.
Rut optimis akan masa depan karena dia melihat Tuhan. Rut
tetap bertahan kepada Allah yang" mengambil suaminya".
Rut datang kepada sumber berkat dan bukan melihat berkat
yang hilang. Dia setia dan tulus kepada Naomi dan hendak mengabdi kepada
Allahnya Naomi. Ini dikontraskan dengan kepahitan Naomi. Naomi pahit dan sulit
menerima realitas ketika datang penderitaan. Tetapi Rut optimis melihat masa
depan bersama Tuhan.
Akhirnya, kesetiaan Rut berarkhir dengan kemuliaan. Dari
keturunannyalah lahir raja besar Israel.
Rut 4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada
anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki";
lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar