Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Rabu, 17 Juli 2019

TEROBOSAN DALAM KEPAHITAN HIDUP

1 Samuel 30:1-20 (TB)
1 Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis.

2 Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorang pun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya.
3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.
4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
5 Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.
6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.
7 Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud.
8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."
9 Lalu pergilah Daud beserta keenam ratus orang yang bersama-sama dengan dia, dan sampailah mereka ke sungai Besor. Sementara orang-orang yang mau tinggal di belakang berhenti di sana,
10 maka Daud melanjutkan pengejaran itu beserta empat ratus orang. Dua ratus orang yang terlalu lelah untuk menyeberangi sungai Besor itu, berhenti di sana.
11 Kemudian mereka menemui seorang Mesir di padang lalu membawanya kepada Daud. Mereka memberi dia roti, lalu makanlah ia, kemudian mereka memberi dia minum air,
12 dan memberikan kepadanya sepotong kue ara dan dua buah kue kismis, dan setelah dimakannya, ia segar kembali, sebab ia tidak makan dan minum selama tiga hari tiga malam.
13 Kemudian bertanyalah Daud kepadanya: "Budak siapakah engkau dan dari manakah engkau?" Jawabnya: "Aku ini seorang pemuda Mesir, budak kepunyaan seorang Amalek. Tuanku meninggalkan aku, karena tiga hari yang lalu aku jatuh sakit.
14 Kami telah menyerbu Tanah Negeb orang Kreti dan daerah Yehuda dan Tanah Negeb Kaleb, dan Ziklag telah kami bakar habis."
15 Daud bertanya kepadanya: "Dapatkah engkau menunjuk jalan kepadaku ke gerombolan itu?" Katanya: "Bersumpahlah kepadaku demi Allah, bahwa engkau tidak akan membunuh aku, dan tidak akan menyerahkan aku ke dalam tangan tuanku itu, maka aku akan menunjuk jalan kepadamu ke gerombolan itu."
16 Ia menunjuk jalan kepada Daud ke sana, dan tampaklah orang-orang itu berpencar-pencar di atas seluruh daerah itu, sambil makan, minum dan mengadakan perayaan karena jarahan yang besar, yang telah dirampas mereka dari tanah orang Filistin dan dari tanah Yehuda.
17 Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorang pun dari mereka yang lolos, kecuali empat ratus orang muda yang melarikan diri dengan menunggang unta.
18 Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud.
19 Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali.
20 Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata: "Inilah jarahan Daud."


Setiap hal dalam kehidupan kita adalah sebagai proses pembentukan iman dan karakter kita. Daud yang notabene adalah orang yang berkenan di hadapan Tuhan pun tidak terluput dari pengalaman pahit. 

Seringkali kita berpikir karena sudah rajin ke gereja, taat mengembalikan perpuluhan serta sudah pelayanan maka kita akan terlepas dari masalah. Tentu tidak! Selama kita masih bernapas hidup kita tidak akan terlepas dari masalah. Masalah dan pahitnya kehidupan pun dipakai Tuhan untuk melatih kita,  sikap hati kita.

Ketika menghadapi masalah, pada umumnya respon pertama kita adalah putus asa,  pasrah dengan dalih:"Terima saja, mungkin nasib saya sudah begini" atau mencari kambing hitam dan saling menyalahkan (Ayat 6) bahkan lebih celakanya lagi kita sampai menyalahkan Tuhan atas kejadian pahit yang kita alami. 

Berbeda dengan sikap raja Daud ketika terhimpit masalah. Ada beberapa poin penting yang kita pelajari disini:
  • Daud menguatkan kepercayaan kepada Tuhan (Ayat 6)                                                        Dalam terjemahan FAYH  1 Samuel 30:6 (FAYH)  Keadaan Daud sangat terjepit, karena di dalam kesedihan itu, para pengikutnya bersepakat untuk melempari dia dengan batu sampai mati. Mereka sangat sedih karena kehilangan anak-anak mereka. Namun Daud memohon kekuatan dari TUHAN. Daud memohon kekuatan dari Tuhan. Daud memilih untuk fokus kepada Tuhan bukan kepada masalah yang menghimpitnya. Daud tidak mau larut dalam kesedihan sebab Daud tau siapa Allah yang dia sembah adalah Allah yang sanggup melakukan segala perkara. 
  • Daud memohon petunjuk Tuhan lewat doa (Ayat 7-8)                                                          Sesudah menguatkan iman dia memohon petunjuk dari Tuhan. Banyak dari kita tidak melihat terobosan, tidak melihat mujizat karena tidak membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Menerima janji kemenangan tanpa bertanya ke Tuhan bagaimana caranya adalah hal yang sia-sia. Tuhan selalu rindu untuk memberkati kita. Yang kita lakukan adalah meminta cara dan petunjukNya, tentunya lewat doa dan FirmanNya. 
  • Daud melangkah maju dengan iman (Ayat 9)                                                                         Ketika Daud melakukan sesuai apa yang Tuhan perintahkan maka janji Tuhan akan digenapi atas hidupnya. Janji Tuhan akan tergenapi ketika kita mulai  bergerak maju, mulai bertindak melakukan sesuatu dan  melangkah maju dengan percaya bahwa kemenangan sudah di tangan kita. 
  • Daud tetap mempraktekkan kasih ditengah masalah yang menghimpit (Ayat 11)              Meskipun budak tersebut adalah salah seorang yang telah menghancurkan kota Ziklag, Daud tidak membunuhnya. Bahkan budak tersebut ditolongnya. Akhirnya budak tersebutlah yang menunjukkan jalan bagi Daud dan pasukannya untuk merebut kembali kepunyaan mereka.

Musuh kita (Iblis) selalu ingin mencuri sesuatu yang berharga dari kita. Pengharapan, semangat dan sukacita kita. Seberat apapun persoalan hidup kita. Pegang terus janji Tuhan. Tetap fokus, percaya, berserah serta semangat dalam Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar: