Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Senin, 19 Agustus 2019

DEADLINE

Ada banyak hal yang saya alami diluar rencana saya.
Pekerjaan, pelayanan, pernikahan. Bahkan mungkin sebelumnya masa depan penuh harapan untuk saya seolah-olah tinggal impian. Setiap orang punya segudang rencana, pencapaian-pencapaian masa depan. Setiap orang punya target. Dicapai dengan caranya masing-masing. Mungkin ada juga beberapa orang yang perlu sedikit "mengancam " dengan deadline. Mencoba memaksakan diri dengan perencanaan yang sudah dianggap terbaik.

Dalam doa pengurapan Sabtu kemarin, Tuhan mengingatkan saya Firman: 1 Korintus 1:27 (TB)  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Belajar hidup berjalan dalam kebenaran Tuhan bukan kebenaran manusia, karena kebenaran manusia pun tidak ada artinya dibanding kebenaran Allah. Bagi beberapa orang, pilihan-pilihan hidup yang sudah saya ambil sebagai hasil dari mendengar suara Tuhan, bagi sebagian orang tampak bodoh. Karena hidup kita dipengaruhi dengan waktu berdasarkan teori manusia. Padahal Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. 

Pengkhotbah 3:11 (TB)  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Pengkhotbah 3:11 (VMD)  Allah memberi kemampuan kepada kita untuk memikirkan dunia-Nya, tetapi kita tidak pernah mengerti dengan sempurna segala sesuatu yang dilakukan-Nya. Dan Dia melakukan segala sesuatu tepat pada waktunya.

Pengkhotbah 3:11 (BIMK)  Ia menentukan waktu yang tepat untuk segala sesuatu. Ia memberi kita keinginan untuk mengetahui hari depan, tetapi kita tak sanggup mengerti perbuatan Allah dari awal sampai akhir.



Belajar percaya. Pegang janji Tuhan. Orang yang percaya dan memegang janji Tuhan tidak akan sibuk membandingkan dirinya dengan pencapaian orang lain. Orang yang percaya dan memegang janji Tuhan tidak akan sibuk mengkhawatirkan keadaan, namun percaya pada pertolongan Tuhan. 

Kalau belum happy berarti belum ending. Percaya saja!

Tidak ada komentar: