Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Senin, 30 Maret 2020

BIARKAN AKU MENYEMBAHMU DENGAN CARAMU (KEAKURATAN)

Keluaran 25:8-9 (TB)
8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka
9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

Tuhan rindu diam di dalam hidup, dalam hati saya dan saudara bukan hanya sekedar bertamu saja. Namun untuk hal tersebut terjadi kita harus menyiapkan tempat khusus, menyiapkan hidup kita untuk Dia berdiam sesuai dengan petunjukNYA. 

Ketika bangsa Israel dibawa keluar dari tanah Mesir. Dibawa keluar untuk beribadah kepadaNYA. Dipanggil keluar untuk menjadi penyembahNYA. 

Keluaran 5:1, 3 (TB)
1 Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun." 
3 Lalu kata mereka: "Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang." 

Selama 40 tahun mereka dituntun melewati padang gurun. Mereka dibawa pada pengenalan akan kehadiran Tuhan lewat tiang awan dan tiang api. 

Keluaran 13:21 (TB)  TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.

Mereka dibiasakan untuk hidup dalam hadiratNYA. Dan disitulah DIA menunjukkan kasihNYA. Esensi dari ibadah/ penyembahan adalah bertemu TUHAN, yang dibangun lewat ketaatan dan ketertiban dalam menghormati kekudusanNYA. Mulai dari membuat kemah suci, membuat tabut perjanjian, membuat meja roti sajian, membuat kandil sampai membuat pakaian imam harus dibuat tepat sesuai dengan apa yang diperintahkan TUHAN. 

Kehadiran TUHAN, manifestasi kuasaNYA nyata lewat ketaatan. Atau lebih tepatnya lagi keakuratan (melakukan sesuatu secara teliti, detail, saksama, cermat, tepat dan benar) dalam melakukan perintah TUHAN. 


Keluaran 39:32, 42-43 (TB)
32 Demikianlah diselesaikan segala pekerjaan melengkapi Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu. Orang Israel telah melakukannya tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah mereka melakukannya. 
42 Tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah dilakukan orang Israel segala pekerjaan melengkapi itu. 
43 Dan Musa melihat segala pekerjaan itu, dan sesungguhnyalah, mereka telah melakukannya seperti yang diperintahkan TUHAN, demikianlah mereka melakukannya. Lalu Musa memberkati mereka. 

Mazmur 33:3 (TB)  Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! '


Ini nyambung dengan doa saya sebelumnya: "Biarkan aku menyembahMu dengan caraMu." 

"Biarkan aku hidup sesuai tuntunanMu."

Bukankah keseharian kita, etos kerja kita adalah penyembahan kita? Sekolah dengan baik, bekerja dengan baik, pelayanan dengan baik. Hidup dengan teratur bukan asal-asalan. Maka manifestasi kehadiran, kuasa dan kasih karuniaNYA akan selalu nyata menjadi bagian kita. 

"Sudahkah hidupku menjadi tempat yang siap untuk ENGKAU diami?" 
Ajari aku TUHAN.........................

  

Tidak ada komentar: