2 Raja-raja 5:10-14 (TB)
10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
Kemarin dulu tante saya menagalami rasa sakit di pencernaan sama seperti yang pernah dia rasakan sampai harus berobat ke Hikmah. Di masa pandemi seperti ini, mau berobat pun harus berhati-hati. Bila bukan kasus kegawatdaruratan sebaiknya hal itu tidak dilakukan. Saya berpikir itu terjadi karena pencernaannya masih menyesuaikan karena kami baru saja selesai puasa pantang makan makanan tertentu selama 40 hari. Selidik punya selidik ternyata sakitnya karena ketidaktaatan pada apa yang ROH KUDUS sudah beritahu sebelumnya. Beliau disuruh memulai makan normal dengan bubur tetapi karena alasan malas, ribet. Beliau tidak melakukannya. Malah makan nasi dan mie instan. Puji TUHAN masih diberi kesempatan lagi, setelah seharian menyantap bubur saja. Keesoakn harinya pencernaan sudah berangsur-angsur dipulihkan. Haleluya
Saya jadi teringat dengan kisah Naaman, seorang panglima raja Aram. Yang terkena sakit kusta dan ingin mencari kesembuhan ke Israel. Demi kesembuhannya Naaman harus rela disembuhkan oleh nabi diluar wilayahnya bahkan dari negeri musuhnya. Naaman mendapatkan cara penyembuhan yang tidak diharapkan dari Elisa. Naaman berpikir Elisa akan menyembuhkannya dengan cara-cara yang spektakuler, Elisa menyentuh kulitnya lalu sembuh. Tapi, Elisa malah menyuruh Naaman mandi ke Sungai Yordan dan ini membuat hati Naaman panas. Bagi Naaman ada banyak sungai di wilayahnya yang lebih baik dari sungai Yordan. Mengapa dia harus jauh-jauh datang hanya untuk mandi.
Puji Tuhan, Naaman mau menanggalkan "jubahnya" untuk menerima saran dari pegawai-pegawainya dan akhirnya ia sembuh.
Kita perlu tetap menyadari bahwa kita merupakan hamba TUHAN yang memiliki kuasa. Kita harus berlatih untuk mendengar suara TUHAN karena itu adalah hak setiap orang percaya. Kita perlu mendengar agar kita mengetahui maksud TUHAN dan tidak hanya bergantung pada apa kata orang lain. Kita tidak bisa hanya berharap agar orang lain yang mendengarkan suara TUHAN untuk kita.
I Samuel 15:22 …
Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan,
memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
Jadi mendengar itu lebih baik dari korban. Jika semua aktivitas kita tidak
dimulai dari mendengar TUHAN, maka itu bukanlah ketaatan. Firman
Allah adalah otoritas tertinggi dalam kehidupan manusia. Masalah banyak orang
Kristen adalah bukan tidak tahu firman, tapi menolak tunduk dibawah otoritas
firman itu.
Yang Tuhan inginkan dari kita ketaatan tanpa perlu mengerti. Taati saja dulu, lakukan saja dulu. Minta ROH KUDUS memekakan telinga kita dalam mendengar dan minta kekuatan untuk taat melakukannya tanpa perlu dimengerti terlebih dahulu. Terima kasih TUHAN. ENGKAU sangat baik. Haleluya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar