Markus 16:6-8 (TB)
6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
Fokus pada ayat 7....katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus:....
Mengapa nama Petrus disebutkan secara khusus?
Mari kita mundur ke kisah sebelumnya. Malam sebelum TUHAN YESUS disalibkan.
Markus 14:26-31 (TB)
26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.
28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
29 Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."
30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
31 Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang lain pun berkata demikian juga.
Tergoncang iman. Dalam terjemahan lain: kecewa dan meninggalkan.
Markus 14:27, 29 (IMB)
27 YESUS berkata kepada mereka, "Pada malam ini kamu semua akan kecewa dan meninggalkan-Ku, karena telah tertulis: Aku akan memukul gembala, dan domba-domba itu akan tercerai-berai.
29 Petrus berkata kepada-Nya, "Sekalipun semuanya akan kecewa dan meninggalkan Engkau, tetapi aku tidak. "
Sebagai pemimpin para murid dan yang paling banyak menghabiskan waktu dengan TUHAN YESUS. Petrus merasa sangat yakin dengan dirinya dan menilai dirinyalah yang paling baik, paling kuat dalam hal komitmen dan kesetiaan.
TUHAN YESUS tahu hal yang akan terjadi pada para murid. Dengan mengutip perkataan Nabi Zakharia.
Zakharia 13:7-9 (TB)
7 "Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!", demikianlah firman TUHAN semesta alam. "Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah.
8 Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup.
9 Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!"
TUHAN YESUS mengingatkan mereka bahwa iman mereka akan goncang menjadi kecewa dan kemudian meninggalkan. Itu sebabnya, TUHAN YESUS segera menjanjikan bahwa IA akan kembali memulihkan mereka setelah kebangkitan-NYA (ayat 28). Sesumbar Petrus (ayat 29, 31a) yang diikuti murid-murid lain (ayat 31b) adalah janji kosong karena keluar dari sikap yang takabur dan bukan sikap yang memercayai TUHAN YESUS. Mereka menolak percaya akan perkataan TUHAN YESUS yang sudah memberitahu kerapuhan iman mereka. Mereka bersandar pada kekuatan sendiri untuk membuktikan kesetiaan mereka.
Fakta berikutnya membuktikan bagaimana komitmen Petrus tidak sekokoh yang ia kira. Tidak lama dari peristiwa ini, Petrus benar menyangkalNYA, seperti yang telah TUHAN YESUS katakan sebelumnya.
Markus 14:66-72 (TB)
66 Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar,
67 dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: "Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud." Lalu ia pergi ke serambi muka [dan berkokoklah ayam].
69 Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini adalah salah seorang dari mereka."
70 Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: "Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!"
71 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!"
72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
Masih hangat di hati kita ucapan Petrus "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau" (Markus 14:31). Tetapi pada malam yang sama, hanya selang beberapa jam, di hadapan pengadilan agama Yahudi, Petrus menyangkal bahkan bersumpah bahwa ia sama sekali tidak mengenal TUHAN YESUS. Petrus memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri daripada menderita bersama KRISTUS.
Petrus tidak siap untuk menerima kenyataan bahwa TUHAN YESUS harus menderita. Selain itu, sikap TUHAN YESUS menyerahkan diri tanpa suatu perlawanan apa pun membuat Petrus yang dijuluki batu karang itu hancur berantakan. Petrus yang gagah berani itu tiba-tiba menjadi seorang penakut. Hanya saja ia bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dalam kebingungan, ia diperhadapkan pada kenyataan bahwa sebagai pengikut TUHAN YESUS, nyawanya juga terancam.
Petrus ingin setia, tetapi ketika berhadapan dengan kematian, naluri tentang keselamatan diri sendiri lebih menguasai dia. Kokok ayam mengingatkan Petrus akan perkataan TUHAN YESUS, ia menangis tersedu-sedu. Petrus sungguh-sungguh menyesal.

Penyesalan memang datangnya selalu terlambat dan tidak dapat diperbaiki lagi. Penyesalan membuat segala sesuatunya seakan-akan telah berakhir. Kebangkitan KRISTUS merupakan harapan bagi semua orang termasuk Petrus. Andaikata malaikat itu hanya berkata, Pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya saja, maka Petrus yang sedang terpuruk itu mungkin akan menghela nafas dan berkata, "Ini bukan untuk saya, saya sudah gagal, saya tidak dapat menganggap diri saya seperti mereka, sebab saya telah menyangkalNYA dan pantas disangkal olehNYA." Kalimat katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus:.... adalah bahasa penerimaan kembali. Kebangkitan KRISTUS juga "membangkitkan" kehidupan Petrus.
Petrus tidak siap untuk menerima kenyataan bahwa TUHAN YESUS harus menderita. Selain itu, sikap TUHAN YESUS menyerahkan diri tanpa suatu perlawanan apa pun membuat Petrus yang dijuluki batu karang itu hancur berantakan. Petrus yang gagah berani itu tiba-tiba menjadi seorang penakut. Hanya saja ia bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dalam kebingungan, ia diperhadapkan pada kenyataan bahwa sebagai pengikut TUHAN YESUS, nyawanya juga terancam.
Petrus ingin setia, tetapi ketika berhadapan dengan kematian, naluri tentang keselamatan diri sendiri lebih menguasai dia. Kokok ayam mengingatkan Petrus akan perkataan TUHAN YESUS, ia menangis tersedu-sedu. Petrus sungguh-sungguh menyesal.

Penyesalan memang datangnya selalu terlambat dan tidak dapat diperbaiki lagi. Penyesalan membuat segala sesuatunya seakan-akan telah berakhir. Kebangkitan KRISTUS merupakan harapan bagi semua orang termasuk Petrus. Andaikata malaikat itu hanya berkata, Pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya saja, maka Petrus yang sedang terpuruk itu mungkin akan menghela nafas dan berkata, "Ini bukan untuk saya, saya sudah gagal, saya tidak dapat menganggap diri saya seperti mereka, sebab saya telah menyangkalNYA dan pantas disangkal olehNYA." Kalimat katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus:.... adalah bahasa penerimaan kembali. Kebangkitan KRISTUS juga "membangkitkan" kehidupan Petrus.
Kebangkitan Kristus mengubah keterpurukan dan penyesalan menjadi pemulihan. Haleluya
Selamat Paskah 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar