Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Senin, 22 Juni 2020

MENANTI JANJI

Kejadian 21:1-7 (TB)
1 TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. 
2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. 
3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya. 
4 Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. 
5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. 
6 Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."
7 Lagi katanya: "Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya."




Setiap janji TUHAN yang kita terima akan selalu melewati proses pemurnian. Seperti proses penantian Abraham dan Sarah akan keturunan. Selama 25 tahun penantian, Abraham berulang kali menunjukkan sikap kurang beriman. Ketidakpercayaan, keraguannya pada janji TUHAN buat Abraham mencoba menggenapi janji TUHAN pakai usaha sendiri. 

Setiap tahun berharap memiliki anak pada masa tua mereka. Ada Sarah yang menjadi semakin lemah dan stamina tubuhnya sendiri menjadi rapuh (menopause). Kondisi alami ini begitu mengubah Sarah dan dia melihat hanya sejauh yang mereka bisa lihat. Tidak ada yang melihat tubuh mereka akan menghasilkan buah. Jika mereka melihat tubuh mereka seperti yang dilakukan orang lain terhadap mereka, mungkin mereka akan tetap seperti mereka selamanya.

Ketidakpercayaan merampas berkat-berkat kita. Adalah mungkin mendengar namun tidak memahami kebenaran. Adalah mungkin untuk membaca Firman TUHAN namun tidak mengambil bagian dalam kehidupan yang dibawanya. Kita beriman namun terkadang kenyataan buat kita goyah dan meragukan ALLAH. Selama 25 tahun Abraham berhadapan muka dengan TUHAN atas janji itu. Bahkan telah beberapa kali Firman TUHAN datang untuk janji itu, masih toh beberapa kali Abraham gagal untuk percaya.

Kejadian 12:7 (TB)  Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.; 

Kejadian 15:4 (TB)  Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."; 

Kejadian 15:18 (TB)  Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Kejadian 17:7-9 (TB)
7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 
8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka." 
9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.;

Kejadian 18:10 (TB)  Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.

Seperti pengalaman pribadi saya, sampai-sampai ROH KUDUS berkata: "Mau diyakinkan berapa kali lagi Wen?" 

ALLAH tidak pernah gagal dan DIA ingin membawa kita ke iman yang diberkati itu, mengubah kita menjadi substansi iman yang nyata. Sampai kita berpikiran sama sehingga apa saja yang kita minta kita percaya kita terima dan sukacita kita menjadi penuh karena kita percaya.

Percaya saja. Ajari aku TUHAN dengan caraMU.....



Tidak ada komentar: