Dalam doa pengurangan kali ini, Tuhan berbicara kepada saya untuk menyerahkan seluruh keluh kesah saya kepadaNya lewat firman yang Dia berikan: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)
Bahkan dalam hal kecil sekalipun, Tuhan ingin semua itu saya serahkan kepadaNya. Menjadi sahabat sejatiNya yang sesungguhnya.
Selama ini sering kali, sengaja ataupun tidak, saya menjadikan Yesus sebagai "orang kedua" setelah bercerita dengan teman-teman saya. Yang ada, saya jadi sedikit melenceng dalam obrolan-obrolan kami.
Menjadikan Tuhan sebagai sahabat sejati berarti menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan, satu-satunya yang saya inginkan. Tanpa Tuhan, saya tak berdaya. Bersama Tuhan, saya merasa cukup. Segala tindakan kita bersumber dan ditujukan pada Tuhan. Merasa bahagia saat melakukan segala sesuatu bagi Tuhan. Melakukan tugas dengan baik dan benar serta penuh tanggung jawab, baik tugas dalam rumah tangga, di tempat kerja, di gereja, maupun di tengah masyarakat.
Mengandalkan Tuhan dalam hidup kita berarti kita harus bisa menerima apapun keadaan hidup kita, walaupun keadaan itu tidak seperti yang kita pikirkan, atau tidak seperti yang kita inginkan. Mengandalkan Tuhan berarti mempercayai Tuhan sepenuhnya.
Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Terima kasih Tuhan Yesus. Terima kasih sahabat sejatiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar