"Kita belum tahu karakter seseorang sampai kita berurusan soal uang dan kesenangan dengannya."
Ketika begitu banyak pembenaran untuk berbahagia diatas penderitaan orang lain.
Saya bersyukur untuk setiap hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup saya. Sebab semuanya mendatangkan kebaikan untuk saya.
"Di dunia ini tidak ada sahabat sejati, yang ada adalah kepentingan abadi. Sahabat pun bisa dikorbankan demi sebuah kepentingan pribadi yang bernama ambisi. Terima kasih telah mengajari saya arti teman kepentingan. Meskipun sedikit frontal untuk membela orang yang berhak dan harus membayarnya dengan kata-kata yang cukup menyayat.
Memberkati, tersenyum dan terus melangkah, itu saja yang bisa saya lakukan. Kasihlah yang akan memurnikan setiap motivasi yang salah dalam persahabatan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar