Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Kamis, 23 Agustus 2018

GAGAL MEMAHAMI ISI HATI TUHAN

Yunus 1:1-3 
1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: 
2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. 


Kisah Yunus melarikan diri dari panggilan Allah, menolak untuk memberitakan amanat Allah kepada orang Niniwe bangsa Asyur karena takut mereka akan bertobat dan lolos dari hukuman Allah. 

Yunus 4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.  

Bagi dia, orang Niniwe tidak layak menerima kasih karunia Allah dimana Niniwe merupakan simbol kekejaman Asyur. Bagi Yunus yang patut mereka terima hanyalah murka Allah. Itulah sebabnya Yunus melarikan diri dari perintah Allah. 

Kebencian buat kita tidak taat dan lari dari panggilan Allah dalam hidup kita. Ketidaktaatan menyusahkan hidup orang lain.  

Yunus 1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. 

Kebencian buat kita tidak peka, masa bodoh dan tidak berbuat apa-apa. (Sementara orang-orang di kapal tersebut berusaha dengan cara mereka dalam menghadapi badai. Yunus malah berbaring dan tertidur).


Hasil gambar untuk yunus di perut ikan

Yunus 1:4-5 
4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. 

Kebencian buat kita tidak menghargai hidup. 

Yunus 4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup." 

Tuhan rindu memberkati semua orang. Kisah Yunus merupakan gambaran kegagalan dalam memahami isi hati Tuhan bahwa semua orang berhak mengalami keselamatan. Tuhan rindu agar kita memiliki mataNya dan hatiNya. Membagi kasihNya kepada semua orang tanpa terkecuali. Kita hidup di dunia ini untuk menjadi berkat. Lewat hidup kita, orang lain mengenal Allah yang besar. 

Kejadian 12:1-3 
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 
2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Tidak mudah untuk membagikan kasih Tuhan kepada orang yang tidak kita sukai, tidak kita hormati, dan tidak baik kepada kita. Tuhan meminta Yunus, dan juga kita, untuk mengasihi mereka yang tidak layak kita kasihi. 

Rencana Tuhan tidak dapat digagalkan oleh ketidaktaatan hambaNya. Sekalipun Yunus berusaha menghalangi pernyataan kasih Allah ke Niniwe tetapi dalam penggembaraanNya, Tuhan juga menyatakan dirinya kepada orang-orang yang tidak mengenalNya sehingga akhirnya mereka memanggil dan berseru kepada Tuhan Allah Israel.


Yunus 1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar. 

Tuhan belum selesai dengan kita. Seperti Yunus, kita pun masih diberikan kesempatan menerima uluran tangan-Nya. Adakalanya Tuhan harus mengirimkan "badai" untuk menyadarkan kita. Tetapi, di tengah badai sekalipun, Ia tetap mengirimkan "ikan" untuk menyelamatkan kita. Tuhan mengijinkan masalah untuk mengubah kutuk menjadi berkat. Kalau Tuhan mengijinkan berarti ada hal-hal yang merugikan dalam hidup kita, karena  Tuhan ingin melatih kita agar tidak terikat dengan apapun di dunia ini.


2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 


Tidak ada komentar: