2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
Markus 5:21 (TB) Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
Walaupun harus menyeberangi danau pada malam hari, melewati badai hebat hanya demi melayani satu orang saja pun. Tuhan Yesus tetap melakukannya.
Markus 4:35,37 (TB)
35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Dari literatur yang saya baca, wilayah Gerasa bagi orang Israel merupakan salah satu tempat orang kafir. Disini menunjukkan Tuhan Yesus tidak membatasi pelayananNya. Bahkan Dia berangkat se-tim dengan murid-muridNya demi penyelamatan satu jiwa.
Mengapa? Sebab hati Tuhan adalah jiwa. Satu jiwa berharga bagi Tuhan. Tuhan selalu rindu mengubahkan kita secara pribadi lepas pribadi. Tinggal bagaimana respon kita (ayat 6).
Semua orang boleh menyerah dengan saudara, dan mengikat saudara dengan penilaian: sudah terlambat, semuanya sia-sia, sudah tidak ada harapan (ayat 3-4), bahkan mungkin saudara sendiri sudah menyerah dengan hidupmu (ayat 5). Namun Tuhan belum selesai dengan saya dan saudara.
Berlarilah, temukan Dia, sembah Dia. Bawa hidupmu, Buka hatimu.
Karena saya dan saudara berharga dimataNya.
Haleluya...
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar