Waktu doa kemarin, Roh Kudus bicara: Janji Tuhan yang kita dengar atau Terima itu benih. Kesungguhan dalam berdoa buat benih itu tumbuh, berbunga dan berbuah (waktu penggenapan janji).
Ini sejalan dengan kuasa Doa yang Tuhan bukakan. Doa Prophetic. Itu membuat benih bertumbuh. Bahkan menarik benih-benih yang baru untuk jatuh dan ditabur Roh Kudus. Makanya semakin kesini, semakin dibawa ke dalam pengudusan agar doa semakin berkuasa. Doa orang benar bila dengan yakin di doakan besar kuasanya. Perlu fokus. Yang saya share tadi pagi itu ada kaitannya. Tentang benih. Untuk bisa bertumbuh, perlu fokus kita juga. Makanya harus fokus. Dan setelah kita menangkap, kita simpan dan terus doakan dengan iman yang benar dan melalui hidup yang dijaga. Fokus pada suara Tuhan yang kau dengar dalam janji-janjiNya.
Harus tinggal tenang. Berdoa dan merenungkan. Bawa semua yang sudah dinubuatkan itu dalam doa Prophetic. Saat Tuhan perlihatkan, berarti Tuhan mau kita bawa dalam iman apa yang kita lihat dengan kuasa kita tarik janji itu. Saat saya melihat Roh Kudus turun seperti lidah api yang menyala menjamah setiap orang, saya diberi Firman juga tentang langit yang mencurahkan keadilan ke bumi dan bumi bertunaskan keadilan dan berbuah kebenaran. Itu semua tentang Roh Allah yang tercurah menjamah kehidupan setiap orang agar diubahkan. Selaras dengan mimpiku tentang orang-orang yang berubah hatinya menjadi jahat. Jadi saya mendoakan dengan lantang kebalikan dari mimpi saya itu tetapi dengan lantang mendoakan apa yang saya lihat dalam pujian penyembahan dan Firman. Semua tentang belenggu yang dilepaskan dan jiwa-jiwa yang bertunaskan keselamatan karena Roh Allah bekerja. Kita diberi kuasa untuk berdoa penuh kuasa. Senjata ampuh Tuhan sudah berikan tinggal kita gunakan. Makanya fokus. Jangan seperti istri Lot, segala harta miliknya dia sayangkan makanya dia jadi tiang garam. Tidak boleh ada satu pun yang ada dimuka bumi dan dibawah bumi yang bisa menguasai hati kita kecuali DIA saja. Fokus juga berarti mematikan ambisi pribadi kita. Dan berserah.
Hal yang utama Tuhan kehendaki bagi setiap kita adalah memiliki belas kasihan. Kita tidak akan pernah bisa saat kita tidak tau apa itu korban dan berkorban. Kita ini imam, dan imam tugasnya adalah membawa korban. Dan hidup kitalah korban bagi Tuhan. Makanya ambisi kita harus mati. Karena kalau tidak, kita hanya akan hidup bagi diri sendiri. Dan saya merasakan spirit yang Tuhan taruh itu adalah urgensi bagi jiwa. Tahun-tahun penuaian sedang terjadi. Tahun Allah melawat kota dan bangsa hari2 ini sedang terjadi. Dan kita inilah para prajurit Allah yg memegang senjata dan kunci untuk menarik kuasa turun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar