Ada hal sederhana tapi bermakna. Waktu pelayanan saya di perbatasan kota waktu lalu (hahaha, lebai!).
Saya datangnya kecepatan di TKP, padahal sudah doa minta macet. Saking tepat waktunya tiba, masih sempat cuci-cuci mata di mall sebelah. Sekembalinya saya ke tempat ibadah. Pas momennya orang lagi makan malam dan saya disuruh juga mengambil makanan. Pagem sampai dua kali, gelisah bolak-balik datang beritahu buat ambil makanan. Karena terhitung panitia. Saya bilang tunggu yang lain tiba, baru sama-sama makan. Tidak berapa lama, dia datang bawa sepiring nasi. Bilang kaya bapak lagi ambilkan anaknya. Puji Tuhan saya masih sempat mengisi lambung saya, karena bila harus menunggu. Saya harus benar-benar menunggu sampai selesai pelayanan. Dan hal itu bisa berdampak bagi kesehatan pencernaan saya.
Orang lain saja sibuk mengurusi kebutuhan saya. Terlebih lagi Bapa yang di sorga. Percaya saja. Haleluya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar