Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Selasa, 26 Mei 2020

MASUK LEBIH DALAM (MENGALIR BERSAMANYA)

Yehezkiel 47:1-12 (TB)
1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 
2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. 
5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. 
6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. 
11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam. 
12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat." 








Hanya ALLAH satu-satunya sumber kehidupan. Dalam penglihatan, Yehezkiel melihat sebuah sungai pemberi hidup yang mengalir dari Bait Suci. Sementara mengalir, sungai ini makin dalam dan lebar (Yehezkiel 47:2-5), memberi hidup dan kesuburan pada segala sesuatu yang tersentuh olehnya (Yehezkiel 47:9-12). Sungai ini mengalir ke Laut Mati dan menghilangkan unsur kematiannya (Yehezkiel 47:8-9). Tujuan sungai ini ialah membawa hidup berkelimpahan dan kesembuhan dari ALLAH bagi negeri itu dan penduduknya (Yehezkiel 47:12).

Air berbicara lawatan ROH KUDUS. Ketika ALLAH melawat, bukan hanya memulihkan umatNYA tetapi tanah yang didiami. Kehidupan orang percaya harus punya dampak dan kalau mau punya dampak harus masuk lebih lagi dalam hadiratNYA. Tenggelam dan mengalir bersamaNYA.

Ada empat tahap untuk dapat hidup mengalir bersama TUHAN :

1.       Pergelangan kaki

Tahap ini merupakan tahap awal pertumbuhan rohani. Air setinggi mata kaki berarti lebih banyak tubuh yang masih terlihat. Berbicara hidup yang masih dikuasai kedagingan. Namun sayangnya banyak yang pertumbuhan rohaninya sudah puas sampai di tahap ini. Mereka merasa cukup datang beribadah tiap hari Minggu saja. Tidak mau masuk membangun hubungan yang lebih intim untuk dibentuk. Pengenalan yang dangkal menyebabkan kelesuan spiritual. Pada tahap ini, hal-hal spiritual dan kekekalan menjadi  tidak menarik untuk dibahas.

 2.       Lutut

Lutut berbicara mengenai kehidupan doa, pujian dan penyembahan yang sudah mulai terbangun. 

 3.       Pinggang

Pinggang berbicara mengenai kebenaran. Hidup  yang dipimpin oleh firmanNYA.

Yesaya 11:5 (TB)  Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. 

Efesus 6:14 (TB)  Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,  

 4.       Tidak dapat berjalan/ berenang

Pada tahap ini kehidupan kita sudah mengalir bersama ROH KUDUS. Bukan kehendak kita sendiri lagi yang mengendalikan langkah hidup kita, tetapi kehendakNYA.

Tuhan menghendaki kita terus bertumbuh dalam hadiratNYA. Jangan cepat puas, terus masuk lebih dalam, tenggelam dan mengalir bersamaNYA. Ajari aku TUHAN dengan caraMU......


Tidak ada komentar: