Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawei Selatan, Indonesia

TOTAL KUNJUNGAN

Label

Translate

Cari Blog Ini

Selasa, 19 Mei 2020

PETRUS BERJALAN DI ATAS AIR

Matius 14:22-33 (TB)
22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 
26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 
30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah. 
33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." 









Banyak dari kita bahkan saya sendiri terkadang enggan melangkah keluar dari zona nyaman saya untuk dipakai Tuhan lebih lagi. Karena saya takut gagal ataupun takut terlihat bodoh karena keputusan saya. 
Belajar dari kisah Petrus berjalan diatas air. Dibandingkan murid-murid yang lain yang bersama-sama diatas perahu, Petrus sendiri yang meresponi kehadiran dan panggilan TUHAN. Meskipun selanjutnya Petrus merasa takut dan mulai tenggelam, setidaknya Petrus mau melangkah keluar dari perahunya (zona nyaman). 
Petrus melangkah namun belum sepenuhnya mempercayakan dirinya.  Melangkah dalam iman dan mempercayakan diri sepenuhnya kepadaNYA  bukan berarti bebas dari tantangan. Namun satu hal yang pasti, TUHAN tidak pernah meninggalkan kita dan selalu ada untuk menolong kita. Jika kita tidak pernah berani dan mau melangkah dalam iman untuk dipakai lebih lagi. Kita tidak akan pernah mengalami keajaiban Tuhan. 

Jangan bimbang. Percaya saja!
Ajari aku TUHAN dengan caraMU.... 

Tidak ada komentar: